VACCINE PREVENTABLE DISEASE


Vaksinasi merupakan suatu upaya untuk menginisiasi proses pembentukan antibodi untuk mencegah penyakit tertentu. Saat ini terdapat vaksin yang single maupun combine (double); misalnya Vaksin Polio, DPT/DT, MMR, dll.

 

Vaksin terbagi 2 yaitu:

  • Aktif; yaitu vaksin yang menstimulus respon imun terhadap suatu penyakit dan sama kuatnya dengan vaksin alamiah. Beberapa vaksin aktif memerlukan booster (penguat) dan ada juga yang dapat bertahan lama dan mampu menimbulkan respon antibody yang lama. Contohnya IgG dll.
  • Pasif; yaitu vaksin yang hanya membutuhkan satu dosis dengan onset yang singkat (3-6 bulan). Imunnoglobulin vaksin pasif  ada 2 yaitu non-spesifik yaitu vaksin yang bersifat general pada semua penyakit (mis: Human Immunoglobulin), dan yang spesifik yaitu vaksin yang khusus untuk penyakit tertentu (mis: ATS, MMR, BCG, Polio,dll).

 

Ketika memberi imunisasi, yang diharapkan adalah

  • Individu; yaitu perlindungan jenis penyakit tertentu teradap seseorang.
  • Herd Imunnity; yaitu kekebalan yang bersifat komunitas atau kekebalan oleh sekelompok orang terhadap suatu penyakit/infeksi tertentu (≥80% penduduk). Jika penduduk ≤80%, maka dapat terjadi outbreak.

 

Perkembangan penemuan vaksin yaitu:

  • 1798; Smallpox (cacar, tetapi pada tahun 80-an vaksin cacar sudah tidak ada lagi karena dianggap sebagai eradikasi cacar (virus cacar tidak ada lagi).
  • 1885; Rabies
  • 1897; Plangue
  • 1923; Diphtheria
  • 1926; Pertusist
  • 1927; BCG
  • 1927; Tetanus
  • 1935; Yellow fever (tidak ada di Indonesia tercinta ini…)

 

Kemudian, setelah Perang Dunia ke – II, vaksin yang ditemukan adalah:

  • 1955; Inactive Polio Vaccine (IPV) ; vaksin polio di Jogja menggunakan IPV lho..^^
  • 1962; Oral Polio Vaccine (OPV)
  • 1964; Measles
  • 1967; Mumps
  • 1970; Rubella
  • 1981; Hepatitis B
  • Vaksin lain : Hepatitis A, DTPa, HiB, Meningococcal, Pneumococcal, Varicella, Rotavirus, HPV, dll.

 

Penyakit-penyakit yang sudah mempunyai vaksin yaitu: anthrax, cervical cancer, diphtheria, hepatitis A, Hepatitis B, Haemophilus influenza type B (Hib), Human PApillomavirus (HPV), Influenza, Japanese encephalitis (JE), Lyme disease (flu), measles, meningococcal, monkeypox, mumps, pertusist (whooping coungh), pneumococcal, poliomyelitis (polio), rabies, rotavirus, rubella (german measles), shingles (herpes zoster), smallpox(cacar), tetanus (lockjaw), tuberculosis, thypoid, varicella, dan yellow fever.

 

Saat ini, semua penyakit yang disebabkan infeksi sudah mempunyai vaksin (lihat slide..^^), termasuk Vaksin Cervix Carcinoma.Tetapi di Indonesia, vaksin Japanese encephalitis jarang digunakan dan vaksin untuk penyakit Yellow Fever masih belum ada. Berdasarkan Jadwal Imunisasi di Indonesia, ada kelompok vaksin yang diwajibkan (Polio, BCG dll) dan dianjurkan (Pneumococcal, HiB, dll). Untuk vaksin yang dianjurkan, harga vaksinnya di Indonesia rada mahal…

 

Tujuan dari vaksin sendiri yaitu untuk melindungi individu terhadap suatu penyakit tertentu. Dimana, jika individu sehat (vaksin lengkap) diharapkan terjadinya perlindungan secara regional (Negara). Di Indonesia, misalnya PIN (pecan Imunisasi Nasional, Indonesia Bebas Polio 2015.

Jika perlindungan penyakit terhadap suatu Negara maka diharapkan terjadi suatu perlindungan global. Dengan demikian, terjadi eradikasi virus/penyakit (penyakit/ virus dianggap tidak ada lagi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: